Al-Ashmu’i mengisahkan, “Saya pernah
masuk ke daerah pedalaman. Ternyata ada seorang perempuan cantik yang mempunyai
suami jelek. Lalu saya bertanya kepadanya, “Bagaimana kamu bisa merelakan
dirimu dimiliki oleh orang seperti ini?”
Perempuan itu menjawab, “Coba
dengarkan, hai laki-laki! Barangkali suami saya berbuat baik dalam hubungannya
dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sang Penciptanya. Sehingga Allah Subhanahu wa
Ta’ala menjadikan diriku sebagai pahalanya. Dan barangkali aku banyak
berbuat tidak baik, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan dia sebagai siksa
bagiku.”
(Muhammad Arief)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar