Dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu: Pada suatu ketika
Nabi Muhammad ﷺ sedang berbicara dengan orang ramai (memberi ceramah atau
pengajian), tiba-tiba datang seorang Badui (Arab dusun) menanyakan kepada
beliau, ‘Bilakah datangnya saat kiamat (kehancuran)?’
Nabi Muhammad ﷺ tidak langsung menjawab, tetapi beliau
meneruskan pembicaraan dengan orang ramai. Karena sikap Nabi Muhammad ﷺ yang
demikian itu, sebagian orang mengatakan Nabi Muhammad ﷺ mendengar pertanyaan itu, tetapi beliau
tidak menyukainya, dan setengah lagi mengatakan beliau tidak mendengarnya sama
sekali.
Setelah Nabi Muhammad ﷺ selesai berbicara kepada kerumunan orang,
barulah beliau bertanya, “Di mana orang yang bertanya perkara saat kiamat
tadi?” Orang dusun itu langsung menyahut, “Saya! Ya Rasulullah!” Nabi Muhammad ﷺ pun
bersabda kepadanya, “Apabila amanah telah disia-siakan orang, maka waspadalah
terhadap datangnya kehancuran.” Orang dusun itu bertanya lagi kepada beliau,
“Bagaimanakah caranya disia-siakannya amanah?”
Jawab Nabi Muhammad ﷺ, “Apabila suatu urusan
(pekerjaan/tanggung-jawab) diserahkan kepada orang bukan ahlinya, maka
waspadalah terhadap datangnya kehancuran. (Shahiih Al-Bukhari, kitab
Ar-Riqaaq, Nab Rof’ul Amaanah (XI/333, dalam Al-Fathul).
(Muhammad Arief)
(ilustrasi: egyptindependent)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar